Topik Terkini
Loading...
Senin, 29 September 2014

Teknik Bridging sederhana dengan Mikrotik

Bridging pada Mikrotik merupakan suatu teknik untuk menggabungkan beberapa port ethernet yang terdapat pada router Mikrotik menjadi satu segmen. Dengan teknik bridging, maka setiap jaringan yang berbeda lokasi namun memiliki alamat jaringan yang sama (satu segmen) bisa terkoneksi, seperti halnya pada jaringan lokal. Secara sederhana, bridging bisa dikatakan memiliki fungsi yang sama dengan perangkat switch (menghubungkan satu segmen jaringan yang sama). Berikut contoh kasusnya:


Pada topologi diatas, jaringan yang terhubung dengan R1 hendak berkomunikasi dengan jaringan yang terhubung dengan R2, tetapi masih dalam satu segmen jaringan, yakni 192.168.1.0/24.

Konfigurasi di Router Mikrotik R1:


* Menambahkan interface bridge dengan nama "bridge1"

[admin@R1] > interface bridge add name=bridge1
[admin@R1] > interface pr
Flags: D - dynamic, X - disabled, R - running, S - slave
 #     NAME                                TYPE         MTU L2MTU  MAX-L2MTU
 0  R  ether1                              ether       1500
 1  RS ether2                              ether       1500
 2  RS ether3                              ether       1500
 3  R  ether4                              ether       1500
 4  R  ether5                              ether       1500
 5  R  bridge1                             bridge      1500 65535


* Memasukkan port ether2 dan ether3 kedalam bridge1

[admin@R1] > interface bridge port add interface=ether2 bridge=bridge1
[admin@R1] > interface bridge port add interface=ether3 bridge=bridge1

[admin@R1] > interface bridge port pr
Flags: X - disabled, I - inactive, D - dynamic
 #    INTERFACE               BRIDGE              PRIORITY  PATH-COST    HORIZON
 0    ether2                  bridge1                 0x80         10       none
 1    ether3                  bridge1                 0x80         10       none


Konfigurasi di Router Mikrotik R2


[admin@R2] > interface bridge add name=bridge1
[admin@R2] > interface pr
Flags: D - dynamic, X - disabled, R - running, S - slave
 #     NAME                                TYPE         MTU L2MTU  MAX-L2MTU
 0  R  ether1                              ether       1500
 1  R  ether2                              ether       1500
 2  R  ether3                              ether       1500
 3  R  ether4                              ether       1500
 4  R  ether5                              ether       1500
 5  R  bridge1                             bridge      1500 65535



[admin@R2] > interface bridge port add interface=ether2 bridge=bridge1
[admin@R2] > interface bridge port add interface=ether3 bridge=bridge1
[admin@R2] > interface bridge port pr
Flags: X - disabled, I - inactive, D - dynamic
 #    INTERFACE               BRIDGE              PRIORITY  PATH-COST    HORIZON
 0    ether2                  bridge1                 0x80         10       none
 1    ether3                  bridge1                 0x80         10       none




Silahkan tes koneksi antar PC, dengan melakukan ping dari satu PC ke PC yang lain yang berada dalam setiap router (R1 dan R2). 

5 komentar:

  1. min kalo di GNS 3 bisa gak bridging atau mau buat ap bridge bisa gak?

    BalasHapus
  2. klo untuk ap bridge itu kan pada wireless, sedangkan di gns3 ga bs simulasi wireless. tapi untuk penerapan konsep bridge nya bs diganti dengan koeksi kabel seperti pd tutorial diatas. Contoh kasusnya seperti apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. jadi gini kan saya punya 3 router,terus saya sambungin router a dan b,nah router c kan masih ada,gimana ya ngakalinnya biar bisa nyambung ke yang a dan b?
      kalo pake ap bridge kan bisa disambungin semua langsung pake bridge hehehe

      Hapus
  3. gan kalau mikrotik di gns3 bisa di monitoring pake the dude nggak?

    BalasHapus

 
Toggle Footer